Kapan Waktu Tepat Nikmati Kopi?

Kopi merupakan salah satu minuman yang digemari banyak orang. Selain nikmat, kopi turut memberikan manfaat bagi tubuh. Kebiasaan yang selama ini dilakukan, kopi disajikan saat pagi hari dan menjelang malam. Namun, pertanyaan yang muncul adalah kapan waktu yang tepat untuk menyajikan secangkir kopi hangat?
menurut riset seorang profesor di Oxford University mengungkapkan bahwa jam 11 pagi merupakan waktu yang paling tepat untuk menikmati secangkir kopi, dengan alasan yang di jelaskan dalam bukunya .
tapi kalau menurut saya yang memang pecandu kopi, waktu yang tepat adalah jam 6 pagi sebelum berangkat kerja, selanjutnya jam 9 pagi waktu di kantor, bila masih ingin minum kopi bisa juga jam 3 siang sambil istirahat kerja biar gak pusing karena melotot terus di depan komputer, dan satu-satunya waktu yang paling tepat menjelang jam 5 sore sebelum pulang kerja,biar pas pulang kerja gak ngantuk,bagi yang naik motor bisa konsentrasi dan bagi yang naik angkutan umum gak ketiduran jadi waktu kondektur minta ongkos gak di kira pura pura tidur karena di kira gak punya uang he he he.
malem juga waktu tepat untuk minum kopi sambil ngobrol sama teman teman atau tetangga sambil main gaple .
kira kira itulah waktu yang tepat untuk minum kopi bagi penggemar berat kopi seperti saya ini

Messi Pulang Berlinang Air Mata

CAPE TOWN, Kompas.com - Lionel Messi harus pulang berlinang air mata, setelah Argentina tersingkir dari Piala Dunia 2010. Digadang-gadang bakal bersinar di event empat tahunan ini, gelandang mungil tersebut justru gagal membawa "Albiceleste" melangkah lebih jauh.

Pada babak perempat final di Stadion Cape Town, Sabtu (3/7/10), Messi tak berdaya menembus rapatnya pertahanan Jerman. Kreativitasnya tak cukup untuk meruntuhkan tembok yang dibangun pasukan Jerman. Malah mereka yang tersiksa karena digilas oleh "Der Panzer", yang tampil sangat disiplin dan rapi. Jerman membantai Argentina 4-0.

Kekalahan telak ini tentu saja sangat mengejutkan. Bagaimana tidak, Argentina begitu perkasa dan "rakus" sepanjang babak penyisihan grup hingga perdelapan final. Meskipun Messi tak mampu mencetak gol, tetapi dia memberikan kontribusi yang sangat besar bagi rekan-rekannya untuk membobol gawang lawan. Total, 10 gol berhasil dicetak Argentina dalam empat pertandingan sebelum tampil di babak delapan besar ini.

Sayang, cerita kehebatan Messi harus berakhir tragis. Saking sedih dan kecewa, Pemain Terbaik Dunia berusia 23 tahun ini pun tak mau memberikan komentar usai mereka menelan kekalahan memalukan tersebut. Hanya pelatih Diego Maradona yang ingin memberikan tanggapan dengan mengatakan Messi memainkan sebuah "Piala Dunia yang hebat" dan memberikan segalanya untuk negara.

"Melihat Messi menangis di ruang ganti, siapapun mengatakan bahwa dia tidak merasa terhormat mengenakan kostum ini (Argentina) adalah bodoh," ujar Maradona.

Sepanjang kariernya, Messi sudah menorehkan banyak prestasi membanggakan bersama klub Barcelona. Tetapi di level internasional, Messi belum pernah mempersembahkan trofi bagi Argentina. Sehingga, predikat "new Maradona" belum sempurna melekat pada dirinya karena Maradona sudah meraih semua kesuksesan, baik di klub maupun timnas.

Maradona pernah membawa Argentina juara dunia 1986, dan menjadi finalis Piala Dunia 1990. Sedangkan Messi, selalu gagal dalam dua Piala Dunia yang diikutinya. Bahkan kali ini, peraih Sepatu Emas Eropa tersebut tidak mencetak gol. Total, dia baru mengemas 13 gol dari 49 caps, dan hanya satu gol dalam sembilan penampilan di Piala Dunia.

Apakah taktik dan gaya bermain di timnas jauh berbeda dengan di klub? Melihat penampilannya bersama Barcelona, Messi sangat nyaman memerankan posisinya sebagai penggedor gawang lawan karena dia mendapat "pelayanan" bagus dari duo gelandang Spanyol, Xavi Hernandes dan Andres Iniesta. Sedangkan di timnas, Messi terpaksa bertugas sebagai penyuplai bola kepada Gonzalo Higuain dan Carlos Tevez.

Inilah perbedaan yang mencolok, sehingga Messi tak pernah bisa mengoyak jala lawan selama bermain di Afrika Selatan. Maka tak heran, ketika ruang geraknya ditutup, Argentina "mati", seperti yang terjadi saat mereka dilibas Jerman.

Pelatih Jerman Joachim Loew sudah memberikan peringatan kepada pasukannya agar mewaspadai Messi. Ternyata, instruksi itu dijalankan dengan sempurna, sehingga Messi tak bisa berkreasi untuk membongkar pertahanan "Der Panzer". Suplai bola yang tidak bagus, membuat Higuain yang beroperasi di dalam kotak penalti seperti berlari tanpa tujuan.

"Kami sudah menganalisa permainan mereka dan mengharapkan line-up ini, dan harapan bahwa Messi ditempatkan di lini tengah menjadi kenyataan," ujar Loew. "Kami membuatnya tidak berdaya, terus memberikan tekanan dan menjaganya, tanpa harus melanggarnya."

Juarai Catalunya, Lorenzo Ukir Kemenangan Hat-trick

CATALUNYA, KOMPAS.COM - Luar biasa penampilan Jorge Lorenzo di Grand Prix Catalunya, Minggu (4/7/2010). Dalam lomba 25 lap ia berhasil memenangkan balapan putaran ketujuh di sirkuit Catalunya berjarak 4,727 meter dengan waktu tempuh tercepat 43 menit 22,805 detik.

Dengan kemenangan ini, pebalap tuan rumah ini semakin memantapkan diri di posisi teratas sementara dengan 165 angka. Ia tampil begitu sempurna dan sekaligus melengkapi kemenangan hat-trick musim balapn tahun ini, setelah sebelumnya di Silverstone (Inggris) dan Assen (Belanda). Tak cuma itu, sebelum lomba dirinya juga mengukir hat-trick untuk pole position.

Saat start Lorenzo  sempat disalip pebalap tuan rumah lainnya Dani Pedrosa. Bahkan di lap 3, rekan setim Pedrosa, Andrea Dovizioso berhasil melibasnya, meski di lap keempat diambil kembali posisi terdepan sampai finish.

Lorenzo satu-satunya pebalap yang selama 25 lap tanpa melakakan kesalahan sedikit pun. Dengan tenang ia dapat mengatasi tekanan lawan. Terutama dari pebalap Honda Dovizioso.

Sementara tempat kedua direbut Dani Pedrosa. Pebalap Honda ini membuat kesalahan di tikungan pertama. Akibat kecepatan yang tinggi, sehingga melebar dan keluar tikungan. Posisinya pun melorot jadi ke-10. namun sampai lap ketiga ia sudah mampu memperbaiki posisinya jadi kelima.

Tempat ketiga direbut Casey Stoner dari Ducati. Sama seperti Pedrosa, pebalap Australia ini juga membuat kesalahan pada lap ke lima. Juga menikung terlalu melebar, sehingga bisa diambil Davozioso dan De Puniet.

Coba memperbaiki posisinya, namun harus bersaing ketat sama Pedrosa. Beberapa kali coba melewati, tapi gagal dan Ducati Desmosedici kalah cepat di trek lurusd dengan Honda RC212V. Akhirnya, ia harus puas dengan posisi ketiga.

Sangat disayang Andrea Dovizioso. Coba memberi tekanan kepada Lorenzo lap demi lap, meski tak dapat melewatinya. Beberapa kali dicoba namun selalu kandas.

Nasib sial menimpanya di lap 14. Ia terlempat dari motor di salah satu tikungan. Coba bangkit, namun posisinya sudah tertinggal jauh di belakang Lorenzo, Pedrosa dfan Stoner.